Anda baru saja menyelesaikan sesi olahraga yang hebat kemarin. Namun pagi ini, Anda bangun dengan tubuh yang terasa kaku, pegal, dan nyeri luar biasa saat bergerak. Tenang, Anda tidak sendirian dan kemungkinan besar tidak mengalami cedera serius. Kondisi ini dikenal sebagai DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness).
Meskipun ini pertanda bahwa otot Anda sedang beradaptasi, rasa sakitnya bisa sangat mengganggu aktivitas. Artikel ini akan membahas secara tuntas cara mengatasi nyeri otot setelah olahraga agar Anda bisa kembali beraktivitas dengan nyaman dan lebih cepat pulih.
Apa Itu DOMS dan Mengapa Terjadi?
Sebelum masuk ke solusi, penting untuk memahami apa yang terjadi pada tubuh Anda.
DOMS bukanlah penumpukan asam laktat (asam laktat biasanya hilang 1 jam setelah olahraga). DOMS adalah nyeri yang muncul 24 hingga 48 jam setelah melakukan aktivitas fisik yang baru atau lebih intens dari biasanya.
Penyebab utamanya adalah robekan mikroskopis (micro-tears) pada serat otot dan jaringan ikat di sekitarnya. Robekan ini memicu respons peradangan ringan saat tubuh berusaha memperbaiki kerusakan tersebut. Proses perbaikan inilah yang membuat otot Anda nantinya menjadi lebih kuat dan besar.
Singkatnya: Rasa nyeri adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang "merenovasi" otot.
![]() |
| Nyeri otot setelah olahraga (DOMS) adalah respons alami tubuh terhadap latihan intensitas baru |
7 Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga Paling Ampuh
Jika Anda sedang merasakan sakit sekarang, berikut adalah langkah-langkah berbasis sains untuk meredakannya dan mempercepat pemulihan:
1. Tetap Bergerak Aktif (Active Recovery)
Mungkin terdengar kontra-intuitif, tetapi berdiam diri total di kasur justru akan membuat otot semakin kaku. Kunci utama cara mengatasi nyeri otot setelah olahraga adalah melakukan pemulihan aktif.
Lakukan gerakan ringan berintensitas rendah. Tujuannya adalah meningkatkan aliran darah—yang membawa oksigen dan nutrisi—ke otot yang rusak tanpa menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
- Coba ini: Jalan kaki santai selama 15-20 menit, bersepeda statis tanpa beban, atau yoga restoratif yang lembut.
2. Hidrasi yang Cukup
Air sangat penting untuk melumasi sendi dan mengangkut nutrisi yang dibutuhkan untuk memperbaiki sel otot yang rusak. Dehidrasi dapat memperparah rasa nyeri otot dan memperlambat proses pemulihan.
Pastikan Anda minum cukup air sepanjang hari, terutama setelah sesi keringat yang intens. Minuman berelektrolit juga bisa membantu jika Anda berolahraga lebih dari 90 menit.
3. Gunakan Foam Roller (Pijat Mandiri)
Menggunakan foam roller (gulungan busa) dapat membantu melepaskan ketegangan pada selaput otot (fasia) dan meningkatkan sirkulasi darah di area yang nyeri.
Sebuah studi dalam Journal of Athletic Training menemukan bahwa foam rolling setelah latihan intens dapat mengurangi sensasi nyeri DOMS secara signifikan.
Caranya: Gulingkan area yang sakit di atas foam roller secara perlahan. Jangan menekan terlalu keras pada titik yang sangat nyeri; lakukan dengan lembut selama 30-60 detik per area otot.
![]() |
| Penggunaan foam roller dapat membantu melancarkan aliran darah ke otot yang kaku |
4. Terapi Dingin atau Panas?
Keduanya memiliki fungsi berbeda.
- Terapi Dingin (Kompres Es/Mandi Air Dingin): Paling efektif jika dilakukan segera setelah olahraga intens untuk mengurangi peradangan akut dan mematikan rasa nyeri sementara.
- Terapi Panas (Mandi Air Hangat/Bantal Pemanas): Lebih efektif dilakukan setelah nyeri DOMS muncul (24 jam kemudian). Panas membantu melebarkan pembuluh darah, mengendurkan otot yang tegang, dan memberikan rasa nyaman. Mandi berendam air hangat dengan garam Epsom sering direkomendasikan karena kandungan magnesiumnya yang membantu relaksasi otot.
5. Prioritaskan Tidur Berkualitas
Tidur adalah waktu di mana "keajaiban" pemulihan terjadi. Saat Anda tidur nyenyak (fase deep sleep), tubuh melepaskan Hormon Pertumbuhan Manusia (HGH) dalam jumlah besar, yang bertugas memperbaiki jaringan otot yang rusak akibat olahraga.
Kurang tidur akan menghambat proses ini dan membuat nyeri otot terasa lebih lama. Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam.
6. Konsumsi Makanan Anti-Inflamasi dan Protein
Apa yang Anda makan adalah bahan bakar untuk perbaikan otot.
- Protein: Diperlukan untuk membangun kembali serat otot. Konsumsi sumber protein berkualitas (telur, ikan, dada ayam, tempe, tahu) di setiap waktu makan.
- Makanan Anti-Inflamasi: Beberapa makanan terbukti membantu mengurangi peradangan otot, seperti buah ceri (tart cherry), kunyit (curcumin), jahe, dan ikan berlemak yang kaya Omega-3 (seperti salmon).
7. Peregangan Ringan (Stretching)
Hindari peregangan statis yang dipaksakan saat otot sedang sangat nyeri. Sebagai gantinya, lakukan peregangan dinamis yang lembut. Tujuannya hanya untuk mempertahankan rentang gerak, bukan untuk menambah fleksibilitas saat otot sedang meradang.
Kapan Harus Waspada? (Beda Nyeri DOMS dan Cedera)
Penting untuk membedakan antara nyeri "baik" (DOMS) dan nyeri "buruk" (cedera akut). Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:
- Nyeri tajam yang terjadi tiba-tiba selama olahraga.
- Rasa sakit yang tidak kunjung membaik setelah 72 jam.
- Pembengkakan parah di area sendi.
- Urin berwarna sangat gelap (tanda bahaya kerusakan otot ekstrem atau rhabdomyolysis).
Mengalami nyeri otot setelah olahraga adalah hal yang wajar dan seringkali merupakan tanda bahwa Anda semakin kuat.
Cara mengatasi nyeri otot setelah olahraga yang paling efektif adalah kombinasi dari tetap bergerak ringan, tidur cukup, nutrisi yang tepat, dan teknik seperti foam rolling. Jangan biarkan DOMS menghentikan rutinitas sehat Anda; dengarkan tubuh Anda, beristirahatlah saat diperlukan, dan kembali berlatih saat rasa nyeri sudah mereda.
Semoga bermanfaat,
Daftar Pustaka
- Cheung, K., Hume, P., & Maxwell, L. (2003). Delayed onset muscle soreness: treatment strategies and performance factors. Sports medicine (Auckland, N.Z.), 33(2), 145–164.
- Pearcey, G. E., Bradbury-Squires, D. J., Kawamoto, J. E., Drinkwater, E. J., Behm, D. G., & Button, D. C. (2015). Foam rolling for delayed-onset muscle soreness and recovery of dynamic performance measures. Journal of athletic training, 50(1), 5–13. Letzter, R. (2016).
- Why Do Muscles Get Sore After Exercise? Live Science. Diakses dari livescience.com
- American College of Sports Medicine (ACSM). Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Information Resources.
- Kim, J., & Lee, J. (2014). The influence of warmth on muscle soreness and muscle function specifically for submaximal exercise. Journal of physical therapy science, 26(10), 1571–1574.


No comments:
Post a Comment